Big Data dalam Bidang Astronomi

Pada dasarnya orang-orang yang bergerak dibidang astronomi melihat langit yang sama, dan objek yang relative sama, namun tentunya dalam bidang astronomi objek yang dilihat jauh lebih detail dengan berbagai datanya yang kompleks. Kita ketahui bahwa benda langit atau objek langit itu sangat banyak ragamnya dan jumlah nya sangat banyak dan masih menyimpan banyak rahasia juga pengetahuan (termasuk rahasia jumlah objek) dan data-data tersebut masih terus berubah dalam berjalannya waktu.

Perubahan data yang terjadi dalam bidang astronomi atas benda-beda langit sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama, mungkin ribuan tahun, jutaan tahun, ratusan juta tahun, atau bahkan miliyaran tahun. Sehingga tidak mungkin kita menduku perubahan tersebut sehingga dibutuhkan suatu system yang melakukan analisis atas berbagai benda langit yang ada pada saat ini, dan tentunya proses tersebut membutuhkan data yang sangat banyak dan juga objek yang dilakukan observasi sangat banyak mungkin para astronom berurusan dengan sekitar 10^7 objek tata suya, 10^9 objek bintang galaktik, 10^9 eksgalaksi, dan itu merupakan jumlah yang sangat besar.

Berbagai project astronomi yang banyak dilakukan adalah monitoring benda kecil yang memiliki kemungkinan mebahayakan bumi, telaah universal atau mencari tau bagaimana dark matter, dark energy bekerja, pemantauan transient sky yaitu bagaimana penjelasan di balik perubahan kecerlangan sebuah objek langut, pengamatan kosmologis bagaimana masa lalu dan masa depan semesta, pemetaan galaksi dari mulai bagaimana struktur hingga evolusi Bima Sakti, dan juga adakah planet yang layak huni atau mirip dengan bumi.

Project tersebut membutuhkan data yang cukup banyak dan varatif juga dapat akan memberikan perubahan dari setia jenis datanya dengan cepat dan besar dan berasal dari berbagai sumber data yang ada  seperti multiwavelength, observation, telescope making dan lain-lain.

Dalam berbagai survey yang dilakukan dalam astronomi pertumbuhan data yang terjadi bermacam-macam, dari mulai beberapa GB/malam, 17 GB/malam, 270 GB/malam hingga mungkin dimasa yang akan dating akan terjadi pertambahan dalam hitungan TB/malam.

Dibutuhkan infrastruktur yang cukup besar dan memadai dalam melakukan memproses data-data tersebut sehingga dapat dilakukan analisis. Ini merupakan intelijen bisnis dimana terdapat kegiatan pengolahan data dari mulai data operasional, Ekstraksi, transformasi, dan load data sehingga data dapat dilakukan analisis selanjutnya. Dan dalam proses survey astronomi pun dilakukan knowledge discovery dari data yang didatapat untuk melakukan pengelompokan objek-objek yang mungkin belum diketahui, atau melakukan klasifikasi dari setiap objek yang ada atau melakukan Outlier detetion untuk melakukan pemindaian suatu objek apakah ada diluar dar igugus yang telah diketahui. Itu semua dilakukan untk mendapatkan hasil prediksi ataupun identifikasi berbagai objek yang merupakan data yang ada sehingg dapat mendukung dalam pengambilan keputusan mengenai apa yang harus dilakukan atau kategorisasi atau identifikasi berbagai benda langit dalam keilmuan astronomi.

references :

Workshop Big Data, ITB, 29 NOvember 2013.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s