Penyesalan Selalu datang terakhir, tapi tidak pernah ada kata terlambat, dan Allah Maha Mengetahui atas segala apapun

Saya sempat membaca posting yang sangat bagus dari seorang alumni mahasiswa UNIKOM yang lulus pada tahun 2014 kemarin di timeline facebook (Muhamad Nur Awaludin), dan kebetulan sempat menjadi mahasiswa dikelas yang saya ampu pada mata kuliah grafika komputer dan pengolahan citra dan merupakan anggota CodeLabs UNIKOM. Semoga dapat menjadi manfaat bagi kita semua :

Masih ingat ketika 4 tahun lebih yang lalu almarhumah Ibu dan ayah tercinta dengan sangat gembira melihat SMS ini di kamar mereka, dengan bangganya akhirnya putra mereka yang sehabis lulus SMA harus menghabiskan waktunya selama hampir 2 tahun hanya untuk bermain game di rumah, pada agustus 2010 lalu akhirnya diterima jadi mahasiswa UNIKOM.

Masih ingat bagaimana mereka sangat berharap putranya yang bungsu ini bisa bawa manfaat kepada orang di sekelilingnya dengan ilmu yang akan didapat selama perkuliahan.
Masih ingat bagaimana mereka sangat ingin jika di wisuda nanti bisa mendampingi putranya ini sampai menangis di prosesinya.
Masih ingat bagaimana ibu dan ayah selalu pengen umroh bareng kalau putranya ini suatu saat sudah mulai bisa menghidupi dirinya sendiri dan keluarga.
Masih ingat bagaimana putranya ini selalu meminta banyak hal selama mereka hidup tanpa banyak berfikir untuk bisa memberi.
Masih ingat bagaimana doa, kerja keras, pengorbanan dan pastinya selalu berusaha menuruti keinginan putranya ini, Selalu dilakukan Ibu dan Ayah.
Rindu hati ini sebenarnya dengan sosok Ibu dan Ayah, tapi Allah pastinya sangat punya rencana yang sangat manis bagi setiap hambanya. Ternyata selama masa perkuliahan kemarin Ibu dan Ayah harus pergi meninggalkan dunia ini lebih cepat, tanpa sadar, dan tanpa pernah disangka.
Rasa sesal, Rasa marah dengan diri sendiri sudah pasti menumpuk di dalam hati ini.

“Mau sampai kapan kita menunggu untuk berbuat baik kepada kedua orang tua kita, mau sampai kapan kita mau mulai menyenangkan kedua orang tua kita, Haruskah sampai kita lulus dulu, Haruskah sampai kita kaya dulu, Haruskah sampai kita sudah bisa mandiri & ga merepotkan mereka, atau Haruskah sampai kita kehilangan mereka dulu untuk selama-lamanya? baru kita berfikir. Bukan hanya harta yang bisa bikin mereka bangga, tapi perbuatan dan sopan santun kita, karena saya yakin harapan mereka hanya satu yaitu agar kita bisa jadi Anak sholeh dan berbakti kepada mereka supaya bisa menyelamatkan mereka di akhirat nanti.”
Kadang kita terlalu santai, terlalu manja, terlalu banyak meminta, seakan-akan kita akan sempat membalas segala kebaikan orang tua kita, tanpa kita sadar kematian adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan manusia.
Kalaupun kasih sayang orang tua kepada anak bisa diukur, itu adalah sesuatu yang tanpa batas. Kalaupun kasih sayang anak kepada orang tua bisa diukur, itu adalah sesuatu yang bisa terlihat.

Mari mulai berfikir, mulai berkaca, mulai lebih sayangi kedua orang tua. Selagi mereka masih ada untuk bisa memeluk kita, mendengarkan setiap cerita kita, melihat apa yang kita lakukan dan kita capai dengan penuh rasa bangga dan haru.

Selamat jalan Ibu dan Ayah tercinta, semoga segala harapan dan doa yang selalu kalian panjatkan adalah jalan hidup terbaik yang akan saya tempuh. & Semoga putra-putri kalian selalu mendoakan kalian disetiap kesempatan. Aamiin

By Muhamad Nur Awaludin

10619967_698152973614444_4335502471226327188_o

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s