Surprisingly, INAICTA 2015 we got winner Award for RnD Category


Assalammu’alaikum,

Wah posting subuh-subuh, rencana mau tidur lebih awal gagal, karena dapet kabar mengejutkan, jauh dari perkiraan hehe. Alhamdulilllah, segala puji bagi Allah, dan Allah Yang Maha Mengetahui segala apa yang tidak kita ketahui, tadi malam, tanggal 10 tim starlabs.id mendapatkan penghargaan dari Indonesia ICT Award 2015, untuk karya kami averi yang merupakan intelligence system untuk melakukan pendeteksian dan pengenalan akun prostitusi di twitter.

Buat saya pribadi ini agak mengejutkan, karena sebenarnya saya tidak ada ekspektasi untuk menang mengingat kategori yang kami ikuti itu Research and Development, notabene merupakan kategori yang lebih menitik beratkan pada riset dan development suatu sistem berbasis IT. Kami melakukan pengecekan siapa saja finalis Indonesia ICT Award (INAICTA) 2015, ternyata karya-karyanya keren2, ada yang merupakan tim mahasiswa master UI, ada juga seorang Professor yang karyanya adalah surelator, dari Surya University yang notebene kampusnya berbasi riset. Jadi selama sekitar 2 minggu ya Kang Eko Kurniawan Khannedy merombak aplikasi averi dari mulai arsitektur , code, dan UI, sedangkan saya sibuk dengan tesis saya memperbaiki engine machine learning dan deep learning di dalamnya, hahaha.

Karena saya ada deadline tesis, harus seminar minggu itu ,dan harus bimbingan , tentu memenuhi standard seminar, saya jadi gak ngerjain averi (membuat slide presentasi atau persiapan apapun). Alhasil saya membuat slide presentasi Riset and Deverlopment di kereta argo parahyangan, di perjalanan dari Cimahi ke Jakarta (Gambir). Gak bagus memang perisapan kita kurang, makanya pesimis hehehe.

 Akhirnya saat saya sampai di FX-Binus dari gambir naik gojek dan ternyata gojek aplikasi yang memang keren, dan ojeknya nyaman banget (pertama kali pake gojek) hahahaa Ternyata kang Eko agak terlambat, nyaris terlambat. Saat presentasi yang menarik adalah yang saya siapkan adalah slide untuk jualan, atau didalamnya hanya ada mengenai latar belakang kenapa dibuat averi, apa saja fiturnya, dan potensi serta sedikit bisnis, ditambah 1 slide teknis dan sedikit sisipan teknis di beberapa slide.

Ternyata di kategori R&D bener-bener yang dipermasalahkan adalah hal teknis atau metode atau riset atau bahkan kontribusi riset. Saya cukup kaget, karena diluar dugaan, walaupun sebenarnya itu lebih menarik bagi saya, karena seperti menguji averi dari segi teknis dihadapan para juri. Sepertinya jurinya kebanyakan dari akademisi atau dosen dari kampus tertentu. Saya senang karena semua yang ditanyakan ternyata mengenai pendekatan dan metode-metode yang digunakan oleh averi sehingga bisa memiliki sistem intelijen di dalamnya.

Pertanyaan pertama langsung menukik tajam, juri pertama meminta kami untuk menjelaskan bagaimana kita mengklasifikasikan twitt yang ada, saya pikir dari segi code, tapi ternyata tidak, juri meminta kami menjelaskan metode dan bagaimana algoritm tersebut berjalan, waahhhh otomatis saya seneng banget… jarang-jarang soalnya, ini sih jd kaya ada temen diskusi wkwkwkk…

Awalnya saya bingung, mau nulis dimana, jadi saya tanya kang Eko, apakah ada aplikasi yang bisa saya gunakan untuk menggambar dan menulis fungsi ? ternyata ada, tp juri mengatakan, tulisa pake spidol saja atau board marker, wah ternyata ada board marker. Saat saya ambil hampir saya menulis di layar proyektor, karena layar proyektor, dulu saya sewaktu mengajar di UNIKOM, sering menulis di white board yang pada saat yang sama menjadi layar proyektor, jadi lebih efisien. Ternyata para juri dan panitia menyoraki saya agar jangan menulis di situ, saya baru sadar ternyata itu bukan white board, tapi layar kain hahaha

IMG_2015-09-10 02:08:34

Untung saja belum nulis apapun, dan saya pindah ke sebelah ternyata disitu letak white boardnya. Lalu saya jelaskan bagaimana pendekatan yang kami buat, dan pertanyaan terus berdatangan, bagaimana melakukan klasifikasi akun, dari dapat data, bagaimana melakukan flaging, hingga ada pertanyaan yang bagi saya memicu sedikit esmosi, semangat (kaya ngajak debat) wkwkwk.. yaitu awalnya pertanyaan juri 3 “apa kontribusi kamu di sini?” (seperti kontribusi penelitian), saya menjawab “preprocessing dan stack metodenya.”.

Juri 3 : lah kan neural network gak perlu preprocessing, justru itu kelebihannya, kita gak perlu preprocessing, apapun datanya tinggal masukin aja, justru krn gak tau fungsi yg sebenarnya kita pake neural network… Langsung gitu aja…

Saya: gak jg pak, gimana caranya tanpa preprocessing data unstructured gini langsung masuk gt aja? Kalau pun bs , misalkan minimal membandingkan yg pake normalisasi, dgn yg gak pake normalisasi saja untuk kasus tertentu (sebagian besar kasus) lebih relevan yg pake normalisasi, lebih cepat convergence.
Data dgn variance yg tinggi langsung dimasukin , minimal range nilainya berbeda2, bs selesai, tp waktunya gak relevan, atau malah terjebak di local minima… Hasilnya modelnya kurang efektif…

Sebenarnya pernyataan mengenai neural network yang di lontarkan merupakan tujuan general dari machine learning bukan neural network saja, tetapi dalam processnya banyak hal yang harus disesuaikan tergantung dari karakteristik setiap metode. Tapi cukup menarik sih, saya cukup tertantang hahahaa..

ArHetTx2P1VPoCeN0YvVjCro-NwKIUB46WR9YUVuuY48

AqmEnSQD9aPRcsb-KTV3h5U8PRLAI6095WLcG7_dMU48

AjhRojscuoRo5u1gWJkl6GlK4UF_egZjF1rSbIUsEmKf

Setalah presentasi selesai, kami mengobrol sebentar lalu saya pulang duluan karena harus segara berada di Cimahi kembali, agar bisa membuat slide seminar, dan istirahat hehehee. Datang di Cimahi, saya malah tidur, jadi belum sempat buat slide presentasi hehehe.

Akhirnya keesokan harinya saya membuat slide subuh, lalu ikut seminar kedua teman saya, Luqman dan Ken, lalu saya seminar pukul 13, alhamdulilla berjalan agak lancar hahaha ,tetep ada revisi, yang penting ada kemajua (T-T) hahaha setelah itu diskusi sama temen2.

Lalu pulang, sedikit ngotak ngatik sesuatu, terus denger kabar temen yang dah ada di vanue tempat penganugrahan penghargaan INAICTA 2015, dan ternyata tim dari CodeLabs UNIKOM alhamdulilla mendapatkan Merit Award juga, dan ternyata dari UNIKOM tim lain pun ada 2 orang mendapatkan winner dari game universitas (kategori game mahasiswa), dan special mention, tinggal menunggu kabar averi. Saya sih prediksinya yang menang adalah Surelator miliki Professor Teddy Mantoro, yang saya lihat sedikit informasi riset dan sistem yang dicoba beliu buat menggunakan pengetahuan sebesar 2 juta kata, gila, banyak banget coba kalau itu di buka opensource atau di share hehehe kan lumayan…

Tapi ternyata tak diduga dapet kabar dari temen-temen averi menang dan benar saja, muncul foto Kang Eko dan Deni Mobile Developer kami di starlabs.id memegang sertifikat dan seperti piala. Wah kaget juga, hahahaha dan itu kembali segala puji hanya milik Allah, dan semoga apa yang sudah kami capai bermanfaat kedepannya, khususnya bagi kami, umumnya bagi orang banyak hehehehe

AsvEjvISmLSuL6ai5jEpuqHXlIC-WfJiNKLnlqwKKRiR

AtkQaPzE3VW21K2LbHc-kMZDlZsbUzuB3ewuqAPT4VFE (1)

AtSWySDThJTvYpoqCwyZBUiB2cNeA20PCqZe-EP8qXWh

Jadi gitu cerita sekilas malam kemarin hingga subuh sekarang hahahaa

wassalam…

Ada yang bingung Averi itu apa? merupakan aplikasi pendeteksi atau pengenal akun prostitusi di twitter dengan memanfaatkan machine learning didalamnya sebagai penggali model pengetahuan dari berbagai fenomena para pelaku prostitusi online via twitter, tunggu averi launch untuk uji coba, dan akan tetap terus dikembangkan, terutama enginenya hehehe…

Bonus foto deny yang katanya foto bareng artis, damn banget dah hahaha

10689655_1156984954316302_4571897331579596822_n

thanks..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s