Qonaah dalam Modern Coding Theory: Fountain dan Raptor Codes

Code for Life

Teknologi telekomunikasi masa depan semakin mengadopsi karakter manusia. Siapa mengira bahwa manfaat kebersamaan, bekerja sama (cooperation), berjamaah, begitu besar dalam telekomunikas. Ini berawal dari Turbo codes (1993) yang memiliki performance luar biasa (saat itu), hanya berjarak 0.7 dB dari Shannon limit, hanya dengan saling menukarkan sebuah nilai “trust” yang disebuat log-likelihood ratio (LLR).

Kerja Sama dan “Nobody Is Perfect

Telekomunikasi kemudian beralih kepada penerimaan bahwa “nobody is perfect”, yaitu link yang mengalami error tetap diterima, bukan dibuang atau diabaikan (tidak dikirimkan) sebagai dalam teknologi telekomunikasi konvensional. Konsep ini sangat luar biasa. Saya merealisasikannya hanya dengan memory-1 (sangat sederhana, hanya “0” dan “1”), namun hasilnya luar biasa, bisa mengalahkan teknik yang super, yaitu super Turbo codes dengan memory double yang masing-masing sebesar 3 bit.

Konsep “nobody is perfect” bisa diterapkan pada teknologi relay modern untuk menambah luas coverage area atau untuk mengurangi power tetapi meningkatkan kualitas penerimaan, dengan cara relay…

View original post 785 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s