IEEE Indonesia Section Gathering, Januari 2016

Hari ini pertama kalinya saya mengikuti gathering member IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) Indonesia Section, atau di IEEE di tulis Indonesia masuk pada region 10. Saya daftar IEEE sekitar akhir Desember 2015, tujuannya agar kalau ikut konfrensi bisa dapet diskon (sepakat dengan yang lainnya pun begitu) hahaha.. dan lumayan dapet email dengan domain IEEE. :)))

Saya anggota baru, jadi masih blahbloh, gak tau itu acara apaan selain IEEE itu merupakan organisasi profesi dan memiliki journal IEEE yang terakreditasi dan di akui secara Internasional tentunya. Ternyata saya pun baru tau IEEE memiliki student ambasador juga Students Branch nya, mirip seperti MSP kalau di Microsoft. hhmm menarik dan saya waktu S1 gak tau yang begituan, dan banyak cewek juga yang ikut, ternyata sayang kurang gaul.

Selama ini yang saya tau hanya mengenai komunitas praktis tempat sharing mengenai teknologi yang bersifat praktis, sedikit research, tidak seperti IEEE yang isinya merupakan para researcher ataupun engineer, dan kalau di Indonesia mungkin kebanyakan (yang saya temui) dosen di kampus tertentu. Sepertinya hanya saya praktisi (PEDE banget menyebut diri praktisi) atau ganti mungkin kuli lapangan yang ikutan disitu hehe, atau tadi saya kurang gaul jd banyak tidak tahu nya hehe.

Saya sebenarnya terlambat 2 jam, karena diperjalan 1 jam, dan 1 jam lagi saya beresin nonton film rurounin kenshin yang ke tiga, saya belum nonton soalnya, dan blm sempet sampai tamat juga sih tadi hehe, lanjut setelah nulis artikel ini sepertinya. Alhamdulillahnya masih ada sesi sharing yang sempat saya ikuti, ada 3 sesi sharing, salah satunya yang menarik ada mengenai Robotic mengenai Robot That Think (RTT). Secara garis besar sih mengenai Robot pada dasarnya tidak memiliki kemampuan untuk berpikir dimana dikategorikan berpikir bila memiliki : Perception, Reasoning, Memory, Decision, Execution.

Mirip dengan materi AI di buku Rusel kan ya, beda-beda dikitlah hahaha… Sehingga RTT ini memerlukan Intelligence Technology yang berimbas pada dibutuhkannya Intelligence Operating Architecture (IOA). *saya lupa beliau mengutip dari mana, bahkan saya lupa nama beliau >.<

IMG_20160123_111339_HDR

Ada banyak jenis kemampuan intelligent yaitu : Behavioural Intelligence, Social Intelligence, Collective Intelligence, Genetic Intelligence. Terakhir riset yang berkaitan dengan robotic ini biasanya : knowledge representation, perceptions, hardware in sensors dan microprocessors, hardware mechanical dynamics.

Yang kedua sih (semenjak saya sampai di ruangan), seorang dokter yang menjadi engineer hehe..  namanya DR. Dr. Yoke Saadia, MT, beliau dari … lupa nama chapternya hehehe, yg pasti berhubungan dengna implementasi teknologi untuk kesehatan masyarakat, tergolong cukup baru dengan latar belakang : 

  • slow decline in maternal and infant mortality
  • time & resource- limited community healthcare workers
  • low commenty knowledge and compliance to community health programs
  • large penetration of mobile & smartphone devices

Sehingga chapter dr. Yoke ini adalah melakukan optimalisasi teknologi untuk menyokong community healthcare yang efektif atau develop and implement a cost effective sustain community healthcare dengan fokus pada area kasus kesehatan yang undeserved (bukan secara geografis tetapi jarang menjadi fokus area), dipilih adalah mengenai mhealt untuk health care kehamilan hingga kelahiran anak umur tertentu.

IMG_20160123_112746_HDR

Kegiatan chapter dr. Yoke mendapat dukungan dari IEEE karena sesuai dengan standard IEEE (sy lupa standard, background atau tujuan ya hehe) :

  1. Not for profit , but integrated education, research and community service, in spirit of ieee sight
  2. user driven functionalities
    • extensive engagement with community health workers
    • compliance with existing health procedures
  3. integrated care from pregnancy to childhood
  4. interdisciplinary team : integration between research education and community service in development and implementation (ITB dan UNPAD Midwives)
  5. system sustainability : multiple path ways for operational and financial sustainability
    • operational continuity : integration to midwifery education curriculum
    • stakeholder engagement : seeking private and public sector supports
    • business model innovation : piloting self sustaining voluntary cross- subsidy among users

when : pregnancy – infancy – early childhood (up till 5 years) 

integrated records highlight connection of current  & prior, issues.

Saya lupa nama aplikasinya, karena agak sempet lost juga karena sudah mulai lapar hehehe.

Yang terakhir yang menarik adalah dari  AESS dan GRSS joint chapter. Kurang lebih pada sesi ini mengenai dua society yang dijadikan satu yaitu :

  1. Aerospace and electronic systems society membership: systems engineering , design, development, integration, and operation of complex system for space air
  2. geoscience and remote sensing society membership: remote sensing of the earth, oceans, atmosphere and space, as well  as the processing interpretation and dissemination of this information.

Dari penjelasan beliau (saya lupa namanya) menjelaskan dengan semangat industri aerospace ini sangat potensial, ditambah dengan geoscience dan remote sensing yang nantinya akan berhubungan dengan teknologi seperti roket, satelit dan lainnya. Sepertinya ini temannya Prof. Dr.Ing. B.J Habibie. hehehe…

IMG_20160123_142049_HDR

Sekian sharingnya… nanti kalau ada gathering lagi ya mungkin bisaikut lagi hehe seru juga sharing-sharingnya walau gak paham secara keseluruhan hehehe… dan makan siang gratis hehehe..

Oh ya tidak lupa, ada seorang bapak yang saya juga lupa namanya wkwkwk, karena beliau tidak presentasi namun sharing mengenai buku barunya yang dia terbitkan, dengan umur yang tergolong sangat senior sekitar 60 atau 70 an, masih produktif ya hehe.. beliau dahulu pernah bertugas di PBB mungkin delegasi Indonesia yang turut terlibat dalam berbagai sidang PBB seperti di geneva tahun 89 dan juga tahun 92, saya agak kurang jelas karena bapaknya ini mudah terharu (katanya) hehehe… Beliau saya rasa nasionalis, bukunya menjelaskan berbagai hal mengenai pengalamannya salah satunya ketika mengajukan ide untuk standard (lupa) kalau tidak salah telekomunikas disetiap negara agar tidak menyulitkan negara berkembang, yang ditolak negara-negara maju tapi banyak di dukung oleh negara berkembang dan industri (terasuk di negara maju) sehingga ide tersebut di approve secara aklamasi. Ini cerita aslinya panjang dan keren…

IMG_20160123_120243_HDR

IMG_20160123_120253_HDR

sekian hehehe

*kameranya entah kenapa jadi jelek setalah update (pake redmi note 1) >.<

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s