Masalah Mobil Dewasa Honda Jazz 2005 idsi CVT Bagian #1 : Ban, Balancing dan Spooring

hhmm kali ini saya sharing mengenai pengalaman saya pake mobil yg sudah cukup dewasa (gak terlalu tua sih) waktu kemarin-kemarin hahaha…

Karena mobilnya sudah hampir mau 11 tahun dan kondisi beli waktu itu bekas (kilometer waktu itu masih 100rb jd lumayanlah), ya pasti ada sedikit/banyak masalah. Saya cukup banyak belajar tentang otomotif dari masalah-masalah yang pernah saya dapetin, termasuk waktu mau jemput seseorang tapi karen pas nunggu AC dan radio dinyalain tapi mesin mati jadi aki nya gak ngisi alhasil mogok (padahal toyota rush 2014, masih mudah) wkwkwk…

Balik ke si Jalu jazz hitam 2005 saya, ini mobil jazz masalah majornya 2, kaki2 (ban) dan transmisi (matic cvt). Kaki-kaki ternyata 2 ban udah jelek, sempet bocor karena ketusuk paku gede banget ampe kempes dan sempet gak ketahuan hahaha… waktu gak ketahuan kaget meeennn tiba-tiba di kecepatan 60 km/jam si mobil bergetar hebat. Continue reading

Fraud Transaction dalam Transaksi Digital

Hari ini online transaction dengan memanfaatkan layanan online banking ataupun sistem berbelanjan online (e-commerce) sudah menjadi sesuatu yang biasa, bahkan tidak sedikit menjadi kebutuhan ditengah masyarakat siber. Fasilitas online ini memudahkan costumer untuk melakukan transaksi hanya dengan menggunakan komputer dan internet dari rumahnya untuk melakukan berbagai kegiatan transaksi keuangan seperti membeli barang, transaksi uang ke akun lain, membeli layanan tertentu dan lain sebagainya. Tentunya ini pun pada sisi lain meningkatkan jumlah kriminal di dalam dunia siber, fenomena ini membuka suatu celah yang cukup besar untuk dapat dimanfaatkan para pencuri untuk mengambil keuntungan dari orang lain.

Seperti hari ini berbagai berita fraud transaction muncul, dari yang jadi tersangka fraudster padahal bukan hingga yg kena crack kartu kreditnya dan digunakan oleh orang yg tidak berhak. Dalam transaksi digital, biasanya credit card menjadi sasaran empuk para fraudster dengan cukup tahu nomor kartu, valid date, dan cvv kita sudah bisa bertransaksi online. Continue reading

IEEE Indonesia Section Gathering, Januari 2016

Hari ini pertama kalinya saya mengikuti gathering member IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) Indonesia Section, atau di IEEE di tulis Indonesia masuk pada region 10. Saya daftar IEEE sekitar akhir Desember 2015, tujuannya agar kalau ikut konfrensi bisa dapet diskon (sepakat dengan yang lainnya pun begitu) hahaha.. dan lumayan dapet email dengan domain IEEE. :)))

Saya anggota baru, jadi masih blahbloh, gak tau itu acara apaan selain IEEE itu merupakan organisasi profesi dan memiliki journal IEEE yang terakreditasi dan di akui secara Internasional tentunya. Ternyata saya pun baru tau IEEE memiliki student ambasador juga Students Branch nya, mirip seperti MSP kalau di Microsoft. hhmm menarik dan saya waktu S1 gak tau yang begituan, dan banyak cewek juga yang ikut, ternyata sayang kurang gaul. Continue reading

Qonaah dalam Modern Coding Theory: Fountain dan Raptor Codes

Code for Life

Teknologi telekomunikasi masa depan semakin mengadopsi karakter manusia. Siapa mengira bahwa manfaat kebersamaan, bekerja sama (cooperation), berjamaah, begitu besar dalam telekomunikas. Ini berawal dari Turbo codes (1993) yang memiliki performance luar biasa (saat itu), hanya berjarak 0.7 dB dari Shannon limit, hanya dengan saling menukarkan sebuah nilai “trust” yang disebuat log-likelihood ratio (LLR).

Kerja Sama dan “Nobody Is Perfect

Telekomunikasi kemudian beralih kepada penerimaan bahwa “nobody is perfect”, yaitu link yang mengalami error tetap diterima, bukan dibuang atau diabaikan (tidak dikirimkan) sebagai dalam teknologi telekomunikasi konvensional. Konsep ini sangat luar biasa. Saya merealisasikannya hanya dengan memory-1 (sangat sederhana, hanya “0” dan “1”), namun hasilnya luar biasa, bisa mengalahkan teknik yang super, yaitu super Turbo codes dengan memory double yang masing-masing sebesar 3 bit.

Konsep “nobody is perfect” bisa diterapkan pada teknologi relay modern untuk menambah luas coverage area atau untuk mengurangi power tetapi meningkatkan kualitas penerimaan, dengan cara relay…

View original post 785 more words

Kenapa dalam MSE, error di pangkatkan 2? dan kenapa ada yang mengambil 2m (jumlah data) untuk mengambil mean

Assalammu’alaikum,

baiklah setelah kemarin 2 kali seminar (seminar inaicta dan tesis) lau di hari Jum’at, 18 September 2015, 2 kali sidang (sidang tesis dan sidang Jum’at yang berbahagia) hehee… Ada pertanyaan yang dasar banget yang saya tidak bisa jawab, sebenarnya sebelumnya pernah baca penjelasan mengenai MSE dari mana asalnya, tapi saya ngeblank bener-bener lupa, dan memang belum tahu kenapa MSE seperti itu (tujuan squared, atau RMSE dengan tambahan akar pangkat 2 dari error). Jadi pertanyaannya kurang lebih :

  1. apa arti pangkat 2 dari pada RMSE atau MSE?
  2. kenapa dalam MSE yang saya gunakan dalam penelitian tesis itu 1/2m, dimana ‘m’ adalah jumlah data, dan kenapa dalam RMSE digunakan squared root atau akar pangkat 2?
  3. dan apa perbedaanya MSE dan RMSE? kenapa tida jumlahkan errornya lalu bagi jumlah data saja?

Saya agak ngeblank , mencoba mengingat apapun yg pernah saya baca atau lihat videonya, dalam referensi machine learning banyak yg menyebutkan karena “lebih sering digunakan”, tapi kenapa bentuk fungsinya hrs seperti itu? karena make sense kenapa tidak langsung saja delta atau error dibagi jumlah data (absolute error). Setelah sampai masjid baru inget, ada di part video Andrew Ng (entah bagian discussionnya) hahaha…

time to googling dan stackexchange 😀

Nah setelah mendapatkan beberapa informasi berikut hasil pencarian dan diskusi di FB dengan para ahli yg lebih ahli dan lebih senior hehe :

“Revisiting a 90-year-old debate: the advantages of the mean deviation, lebih cenderung ke mean deviation…  tapi http://stats.stackexchange.com/…/mean-absolute-deviation-vs… ,

“the mean deviation is rarely used”…. ada yang bilang agar lebih efisien, atau lebih mudah…

http://stats.stackexchange.com/…/why-square-the-difference-…

https://ww1.cpa-apc.org/Publicat…/…/PDF/1996/Oct/strein2.pdf

http://www.leeds.ac.uk/educol/documents/00003759.htm

Mean Deviation vs Standard Deviation..

untuk penggunaan 1/2m hanya untuk mempermudah membaca cost function dengan mengkalikan dengan setengah. hasilnya akan sama, terhadap proses minimisasi gradien.

 

Dan berikut beberapa komentar diskusi di FB : Continue reading

Data Science ada dimana-mana

Assalammu’alaikum wr.wb,

Kemarin saya sehabis pulang dari salah satu ecommerce di Indonesia untuk mendiskusikan berbagai possibility yang bisa mereka lakukan pada beberapa sistem mereka agar lebih pintar dan memanfaatkan seluruh data yang mereka miliki, bertemu dengan seseorang kita sebut saja mas boy yang berprofesi sebagai salesman produk makanan di perusahaan makanan lokal yang ternama.

Saya kebetulan mendapatkan tempat duduk yang bersebelahan dengan mas boy setelah itu berkenalan dan ngobrol lalu membicarakan mengenai kultur perusahaan, tempat kerja dan lain-lain. Saya ketahui ternyata mas boy ini salesman senior di suatu perusahaan dan sudah mencoba berbagai perusahaan. Lalu saya tanya-tanya mengenai pekerjaannya, apa yang dikerjakannya. Continue reading