Backpropagation and Deep Neural Network engine

After discuss with my friend Eko kurniawan, finally we share our deep learning engine project to github. So you can try the engine or contribute to develop the engine (we hope there are a lot of people interested with this project).

Our project started in 2015 when we tried to create a startup company that concern with data analytics or data science. We trying to create the general engine for deep neural network that able to customize the stack of methods, so can be fit with some cases in the real world. And I used this engine for my theses in ITB (Institut Teknologi Bandung) to finished my study in master of informatics (computer science) program.

I hope this engine can be use to resolve a lot of problem that need machine learning implementation, especially for automation system. We call this project “DEEPWISSEN”, hope it will be usefull.

*before, I have explained about Deep Learning in an article in this blog using Bahasa Indonesia :  https://situkangsayur.wordpress.com/2015/07/27/deep-learning/

or in english : https://situkangsayur.wordpress.com/2016/12/25/what-is-deep-learning/

Thanks.

You can check the project repo in this link : https://github.com/situkangsayur/machine-learning

and for the jar : https://github.com/situkangsayur/deepwissen-jar

Advertisements

Kenapa dalam MSE, error di pangkatkan 2? dan kenapa ada yang mengambil 2m (jumlah data) untuk mengambil mean

Assalammu’alaikum,

baiklah setelah kemarin 2 kali seminar (seminar inaicta dan tesis) lau di hari Jum’at, 18 September 2015, 2 kali sidang (sidang tesis dan sidang Jum’at yang berbahagia) hehee… Ada pertanyaan yang dasar banget yang saya tidak bisa jawab, sebenarnya sebelumnya pernah baca penjelasan mengenai MSE dari mana asalnya, tapi saya ngeblank bener-bener lupa, dan memang belum tahu kenapa MSE seperti itu (tujuan squared, atau RMSE dengan tambahan akar pangkat 2 dari error). Jadi pertanyaannya kurang lebih :

  1. apa arti pangkat 2 dari pada RMSE atau MSE?
  2. kenapa dalam MSE yang saya gunakan dalam penelitian tesis itu 1/2m, dimana ‘m’ adalah jumlah data, dan kenapa dalam RMSE digunakan squared root atau akar pangkat 2?
  3. dan apa perbedaanya MSE dan RMSE? kenapa tida jumlahkan errornya lalu bagi jumlah data saja?

Saya agak ngeblank , mencoba mengingat apapun yg pernah saya baca atau lihat videonya, dalam referensi machine learning banyak yg menyebutkan karena “lebih sering digunakan”, tapi kenapa bentuk fungsinya hrs seperti itu? karena make sense kenapa tidak langsung saja delta atau error dibagi jumlah data (absolute error). Setelah sampai masjid baru inget, ada di part video Andrew Ng (entah bagian discussionnya) hahaha…

time to googling dan stackexchange 😀

Nah setelah mendapatkan beberapa informasi berikut hasil pencarian dan diskusi di FB dengan para ahli yg lebih ahli dan lebih senior hehe :

“Revisiting a 90-year-old debate: the advantages of the mean deviation, lebih cenderung ke mean deviation…  tapi http://stats.stackexchange.com/…/mean-absolute-deviation-vs… ,

“the mean deviation is rarely used”…. ada yang bilang agar lebih efisien, atau lebih mudah…

http://stats.stackexchange.com/…/why-square-the-difference-…

https://ww1.cpa-apc.org/Publicat…/…/PDF/1996/Oct/strein2.pdf

http://www.leeds.ac.uk/educol/documents/00003759.htm

Mean Deviation vs Standard Deviation..

untuk penggunaan 1/2m hanya untuk mempermudah membaca cost function dengan mengkalikan dengan setengah. hasilnya akan sama, terhadap proses minimisasi gradien.

 

Dan berikut beberapa komentar diskusi di FB : Continue reading

Data Science ada dimana-mana

Assalammu’alaikum wr.wb,

Kemarin saya sehabis pulang dari salah satu ecommerce di Indonesia untuk mendiskusikan berbagai possibility yang bisa mereka lakukan pada beberapa sistem mereka agar lebih pintar dan memanfaatkan seluruh data yang mereka miliki, bertemu dengan seseorang kita sebut saja mas boy yang berprofesi sebagai salesman produk makanan di perusahaan makanan lokal yang ternama.

Saya kebetulan mendapatkan tempat duduk yang bersebelahan dengan mas boy setelah itu berkenalan dan ngobrol lalu membicarakan mengenai kultur perusahaan, tempat kerja dan lain-lain. Saya ketahui ternyata mas boy ini salesman senior di suatu perusahaan dan sudah mencoba berbagai perusahaan. Lalu saya tanya-tanya mengenai pekerjaannya, apa yang dikerjakannya. Continue reading