Pengetahuan, Mesin, dan Manusia

Ada yg tanya knp tertarik dengan machine learning. Sederhananya karena saya pikir Engine Machine Learning tercanggih adalah otak kita (sepertinya semua berfikir hal yg sama), dengan sensor 5 indra yang kita miliki sebagai penangkap input, setelah itu kita dapat melakukan identifikasi aksi yang akan kita berikan.

Engine tersebut trs dilatih dan terus belajar, improving dan konsisten terhadap experiences yang kita dapat hingga saat ini. Jika experiences yang kita dapatkan buruk (tidak valid) maka pengetahuan yg dibentukpun akan buruk. Itu kenapa kita membutuhkan guru dan referensi yg baik dan benar dalam belajar, untuk memvalidasi informasi yang sudah kita dapatkan.

Continue reading

“SELAKNAT APA SAYA?” by Alfathri Adlin

Asslammu’alaikum

Kali ini saya ingin menshare posting yang saya baca (punya orang lain), dan saya share di facebook kemarin karena kebetulan isi postingnya bagus untuk saya pribadi. Seperti biasa untuk pengingat saya sendiri kalau-kalau lupa, tinggal buka blog sendiri hehe

Link aslinya dari posting facebook akun Alfathri Adlin

“–“SELAKNAT APA SAYA?”, begitu mungkin yang bisa terlontar dari lisan seseorang yang merasa telah taat beragama dan beribadah ketika tiba-tiba dia diseru untuk bertaubat. Pertanyaan baliknya adalah: “Memangnya, sesuci apa Anda hingga taubat itu bukan sesuatu yang fardhu ‘ain bagi Anda atau bahkan bagi setiap manusia?” Baiklah, mari kita lihat QS At-Tahrim [66]: 8 yang terjemahannya adalah sebagai berikut: Continue reading

Penyesalan Selalu datang terakhir, tapi tidak pernah ada kata terlambat, dan Allah Maha Mengetahui atas segala apapun

Saya sempat membaca posting yang sangat bagus dari seorang alumni mahasiswa UNIKOM yang lulus pada tahun 2014 kemarin di timeline facebook (Muhamad Nur Awaludin), dan kebetulan sempat menjadi mahasiswa dikelas yang saya ampu pada mata kuliah grafika komputer dan pengolahan citra dan merupakan anggota CodeLabs UNIKOM. Semoga dapat menjadi manfaat bagi kita semua :

Masih ingat ketika 4 tahun lebih yang lalu almarhumah Ibu dan ayah tercinta dengan sangat gembira melihat SMS ini di kamar mereka, dengan bangganya akhirnya putra mereka yang sehabis lulus SMA harus menghabiskan waktunya selama hampir 2 tahun hanya untuk bermain game di rumah, pada agustus 2010 lalu akhirnya diterima jadi mahasiswa UNIKOM.
Continue reading

“…Kami tak tahu, ini rahmat atau musibah. Tapi kami berprasangka baik pada Allah…” *dalam dekapan ukhuwah*

Ini kisah tentang seorang ayah dan anak. Sang ayah bekas budak. Selaman menjadi budak, libur Jumat sebagaimana ditetapkan kesultanan dimanfaatkan untuk habis-habisan bekerja. Dengan dirham demi dirham yang terkumpul, satu hari dia minta izin untuk menebus dirinya pada sang majikan. “Tuan”, ujarnya, “Apakah dengan membayar harga senilai dengan berapa engkau membeliku dulu, aku akan bebas?”. “Ya. Bisa” ujar sang majikan. “Baik, ini dia.” katanya sambil meletakkan bungkusan uang itu di hadapan tuannya. “Allah ‘Azza wa Jalla telah membeliku dari Anda, lalu Dia membebaskanku. Alhamdulillah. “Maka engkau bebas karena Allah”, ujar sang tuan tertakjub. Dia bangkit dari duduknya dan memeluk sang budak. Dia hanya mengambil separuh harga yang tadi disebutkan. Separuh lagi diserahkannya kembali. “Gunakanlah ini,” katanya berpesan, “Untuk memulai kehidupan barumu sebagai orang yang mereka. Aku berbahagia menjadi sebagian Tangan Allah yang membebaskanmu!” Penuh syukur dan haru, tapi aku disergap khawatir, dia pamit. “Aku tidak tahu wahai Tuanku yang baik,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca, “Apakah kebebasan ini rahmat ataukah musibah. Aku hanya berbaik sangka kepada Allah.”

Tahun demi tahun berlalu. Dia telah menikah. Tetapi sang istri meninggal ketika menyelesaikan tugasnya, menyempurnakan susuan sang putra hingga usia dua tahun. Maka dibesarkan putera semata wayangnya itu dengan penuh kasih. Dididiknya anak lelaki itu untuk memahami agama dan menjalankan sunnah Nabi, Continue reading